Industry, News, Technology & Innovation

Indonesia Berpeluang Jadi Pengekspor Kapal Selam Baru Setelah Serap Ilmu Prancis, Ikuti Langkah Turki dan Korsel

ZONAJAKARTA.COM – Indonesia punya peluang besar untuk menjadi pemain baru sebagai pengekspor kapal selam.

Indonesia sudah berhasil membangun kapal selam sendiri, KRI Alugoro-405, bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co. Ltd (DSME) dari Korea Selatan (Korsel).

Dalam waktu dekat, lewat PT PAL, Indonesia juga akan membangun dua kapal selam Scorpene Evolved dalam kerja sama dan transfer teknologi dai Naval Group, Prancis. Ini pengalaman langka dan tak mudah negara mendapatkan kesempatan transfer teknologi kapal selam, apalagi dari Naval Group. Hal itu ditegaskan Kepala Strategi Naval Group, Guillaume Rochard, di Paris, dalam diskusi dasar industri pertahanan Prancis di Paris, seperti dikutip defensenews.com, 20 Februari 2025 dalam judul “Naval Group charges rival ThyssenKrupp with selling out submarine tech”.

Ia menjelaskan, Naval Group sangat selektif dalam melakukan transfer teknologi kapal selam, termasuk Scorpene. Ini karena ilmu dan teknologi bisa dikembangkan negara penerima kemudian bisa membangun sendiri, bahkan akhirnya bisa memproduksi kapal selam sendiri untuk diekspor. Maka, Guillaume Rochard mengkritik perusahaan kapal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) yang begitu mudah mengobral transfer teknologi. Kebijakan TKMS itu, kata Guillaume Rochard, yang membuat Turki dan Korea Selatan akhirnya bisa mandiri membangun kapal selamnya sendiri.

Bahkan, kedua negara itu kemudian menjadi pemain baru dalam ekspor kapal selam. “TKMS sangat jago dalam menciptakan pesaing baru,” sindir Guillaume Rochard.

“Mereka melakuan transfer teknologi kepada Turki dan Korsel secara ekstrem, hingga kedua negara itu akhirnya bisa mengembangkan sendiri kapal selamnya dan mengekspornya,” tambahnya. Tidak seperti TKMS, Naval Group sangat selektif dalam melakukan transfer teknologi.

Namun, untuk Indonesia, ternyata Naval Group tidak pelit melakukan transfer teknologi dua kapal selam Scorpene Evolved.

Bahkan, kedua kapal itu akan dibangun di PT PAL lewat kerja sama dengan Naval Group.

Indonesia menjadi negara keempat setelah Australia, Singapura, dan Brasil yang diberi kepercayaan langka dari Naval Group untuk transfer teknologi kapal selam.

Ini artinya Indonesia memiliki posisi dan peran strategis bagi Prancis dan Naval Group, seperti halnya SIngapura, Australia, dan Brasil.

Bahkan, Naval Group sendiri merasa bangga bisa bekerja sama dengan Indonesia. “Naval Group merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari babak baru aliansi strategis antara Indonesia dan Prancis,” kata Ketua dan CEO Naval Group, Pierre Eric Pommellet, seperti dikutip situs resmi PT PAL, 28 Maret 2024.

Demikian juga bagi PT PAL yang mendapat kepercayaan itu, apalagi Indonesia juga berambisi akan semakin mandiri dalam produksi aset pertahanan.

“Kolaborasi bersama Naval Group ini merupakan momen penting bagi PT PAL Indonesia. Ini tidak hanya menandai langkah maju dalam rencana pelaksanaan program Scorpene, tetapi juga memperkuat komitmen kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitas industri pertahanan nasional,” kata CEO PT PAL, Kaharuddin Djenod.

Sumber : https://www.zonajakarta.com/nasional/67314629609/indonesia-berpeluang-jadi-pengekspor-kapal-selam-baru-setelah-serap-ilmu-prancis-ikuti-langkah-turki-dan-korsel?page=2